
MUARA ENIM Targetonline.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 84 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Seminar Edukasi Stop Bullying dengan tema “Bercanda Boleh, Nyakitin Jangan” di SMP Negeri 03 Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya perundungan (bullying), baik secara verbal, fisik, maupun psikologis, yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan sering kali dianggap sebagai candaan.

Seminar tersebut menghadirkan Afifah Diah Luthfi sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Afifah menekankan pentingnya membangun empati, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Bullying sering kali dimulai dari candaan yang dianggap sepele, padahal bisa meninggalkan luka mendalam bagi korbannya. Karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti,” ujar Afifah Diah Luthfi dalam penyampaiannya di hadapan para siswa.
Ia juga menjelaskan bahwa dampak bullying tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, prestasi belajar, hingga kepercayaan diri korban. Oleh sebab itu, Afifah mengajak para siswa untuk berani bersikap tegas menolak segala bentuk perundungan dan saling menjaga satu sama lain.
“Kita semua punya peran untuk menghentikan bullying. Mulai dari diri sendiri, tidak ikut-ikutan, berani menegur, dan melapor kepada guru jika melihat tindakan perundungan,” tegasnya.
Kegiatan seminar ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa SMP Negeri 03 Gelumbang. Mereka aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh pemateri, membahas berbagai contoh kasus bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.
Ketua Kelompok KKN Reguler 84 UIN Raden Fatah Palembang menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih sadar akan dampak bullying dan mampu menciptakan budaya saling menghargai di sekolah,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya seminar edukasi ini, diharapkan kesadaran pelajar terhadap bahaya bullying semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Rilis(UM) Red/Targetonline/Hairul













Leave a Reply