Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Olah Cabai Burung Kering Jadi Boncabe di Desa Putak

Siap, Hairul. Ini sudah saya sunting ulang menjadi berita straight news dengan struktur piramida terbalik, unsur 5W+1H lengkap, dan kutipan langsung narasumber, dengan panjang sekitar 359–400 kata.


Gelumbang, Muara Enim Targetonline.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Kelompok 05 melaksanakan kegiatan pengolahan cabai burung kering menjadi produk boncabe di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat desa.

Pengolahan cabai burung kering menjadi boncabe dipilih karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain bahan bakunya mudah diperoleh di lingkungan sekitar desa, produk boncabe juga memiliki daya simpan yang lebih lama serta peluang pasar yang cukup luas. Kegiatan ini dilaksanakan di Posko KKN Kelompok 05 dan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses produksi.

Ketua KKN Kelompok 05 Desa Putak menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi kreatif. “Pengolahan cabai burung kering menjadi boncabe kami rancang sebagai upaya meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal sekaligus memberikan alternatif usaha rumahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan tahapan pengolahan cabai secara sederhana namun higienis, mulai dari pemilihan cabai berkualitas, proses pengeringan lanjutan, penghalusan hingga menjadi bubuk, sampai pada tahap pengemasan sederhana agar produk siap dipasarkan. Proses ini diharapkan dapat dengan mudah diterapkan oleh masyarakat setempat.

Menurut salah satu anggota KKN, kegiatan ini juga menyasar kelompok perempuan di desa sebagai pelaku utama usaha rumahan. “Kami berharap ibu-ibu rumah tangga di Desa Putak dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka usaha kecil yang berkelanjutan,” katanya.

Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang menilai pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Dengan adanya inovasi produk olahan cabai burung kering, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual hasil pertanian mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk bernilai tambah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap Desa Putak dapat mengembangkan boncabe sebagai salah satu produk unggulan desa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tutup Ketua KKN Kelompok 05

Rilis kkn_18.desa sigam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY