PALI Targetonline.id – Ancaman luapan air sungai masih menjadi perhatian serius jajaran Polsek Penukal Abab, Polres PALI. Mengantisipasi potensi banjir akibat fluktuasi debit air, personel kepolisian turun langsung melakukan monitoring intensif di sejumlah titik rawan, Selasa (24/2/2026).
Pemantauan difokuskan pada tiga aliran utama, yakni Sungai Sebagut dan Sungai Penukal di Kecamatan Penukal, serta Sungai Abab di Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., bersama Ka SPK (A) Aipda Gunawan, S.H., Aipda Mubarak, dan Brigpol David. Tim melakukan pengecekan langsung ke desa-desa yang berada di bantaran sungai guna memastikan kondisi terkini debit dan volume ketinggian air.
Sebanyak sembilan desa menjadi fokus pengawasan. Di bantaran Sungai Sebagut meliputi Desa Purun, Desa Babat, Desa Gunung Raja, dan Desa Mangku Negara. Di sepanjang Sungai Penukal terdapat Desa Raja Jaya, Desa Air Itam, dan Desa Air Itam Timur. Sementara di bantaran Sungai Abab meliputi Desa Tanjung Kurung dan Desa Karang Agung.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa hingga saat ini belum terdapat desa maupun fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Debit air terpantau berangsur menurun seiring meredanya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, dan ketinggian air berada dalam kondisi stabil.
Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H. menegaskan bahwa stabilitas tersebut tidak membuat pihaknya lengah.
“Meski kondisi saat ini relatif aman dan debit air mulai menurun, kami tidak akan menurunkan kewaspadaan. Monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat di bantaran sungai,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres PALI, Yunar Hotma Parulian Sirait, melalui Kapolsek Penukal Abab menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran agar proaktif membaca dinamika cuaca dan potensi hidrometeorologi di wilayah hukum masing-masing.
Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam perlindungan dan pengayoman masyarakat dari potensi bencana.
“Kita tidak boleh menunggu sampai air meluap dan masyarakat terdampak. Deteksi dini dan patroli monitoring adalah bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin rasa aman. Saya minta seluruh personel terus membangun komunikasi dengan perangkat desa dan masyarakat agar setiap perkembangan dapat segera dilaporkan,” tegasnya.
Kegiatan monitoring berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
“Kita memastikan pengawasan debit Sungai Sebagut, Sungai Penukal, dan Sungai Abab akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi mencegah risiko luapan mendadak yang dapat mengancam permukiman warga,”pungkas AKP Dedy Kurnia saat dibincangi awak media ini.Red/Targetonline/Hairul













Leave a Reply