Camat Tanah Abang Monitoring Riset BRIN di Situs Candi Bumiayu

PALI, Targetonline.id Targetonline.id – Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, SH., M.Si., melakukan monitoring terhadap kegiatan riset lapangan yang dilaksanakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Situs Candi Bumiayu, Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Monitoring tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kecamatan Tanah Abang terhadap penelitian arkeologi bertaraf internasional yang berlangsung sejak 7 hingga 30 Juni 2026. Penelitian ini merupakan kerja sama antara Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN dengan École Française d’Extrême-Orient (EFEO) Prancis, dengan mengusung tema “From Sriwijaya to Kadri: Archaeology of a Shared Culture”.

Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, mengatakan bahwa pemerintah kecamatan menyambut baik pelaksanaan riset tersebut karena memiliki nilai penting dalam mengungkap sejarah peradaban masa lalu di Kabupaten PALI, khususnya di Situs Candi Bumiayu.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Tanah Abang sangat mendukung kegiatan riset yang dilakukan BRIN dan tim peneliti internasional. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta sejarah tentang Candi Bumiayu sekaligus menjadi langkah penting dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya daerah,” ujar Dadang.

Menurutnya, keberadaan Situs Candi Bumiayu tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dadang juga memastikan seluruh rangkaian penelitian berjalan dengan aman dan lancar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung kegiatan penelitian agar menghasilkan data dan temuan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian cagar budaya.

Berdasarkan surat pemberitahuan BRIN Nomor B-16423/III.8.1/TK.02.01/6/2026 tertanggal 2 Juni 2026, riset lapangan ini dipimpin oleh Agus Tri Harto Indradjaja dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN bersama Dr. Véronique Myriam Y. Degroot dari EFEO, Prancis.

Selain melibatkan peneliti dari BRIN dan EFEO, tim penelitian juga diperkuat oleh para ahli dari Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), National Museum of Asian Arts-Guimet, serta akademisi dari Universitas Jambi. Keterlibatan para peneliti nasional dan internasional tersebut menunjukkan bahwa Situs Candi Bumiayu memiliki nilai penting dalam kajian arkeologi dan sejarah kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

Melalui penelitian ini, diharapkan berbagai informasi baru mengenai hubungan budaya dan peradaban masa lalu di wilayah Sumatera dapat terungkap, sekaligus memperkuat upaya pelestarian Situs Candi Bumiayu sebagai salah satu warisan budaya bersejarah di Kabupaten PALI.

Red/Targetonline/Hairul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY