Truk Tangki Berisi 10.000 Liter Solar Terguling di PALI, Sopir Mengaku

Targetonline.id-PALI – Sebuah truk tangki BBM jenis solar dengan nomor polisi BG 8592 OK terguling ke dalam sungai di Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Minggu (12/1) sekitar pukul 07.30 WIB. Sopir truk, AW (28), mengaku mengantuk saat mengemudi, yang menyebabkan dirinya kehilangan kendali hingga terjadi kecelakaan tunggal tersebut.

Truk tangki yang terguling diketahui milik perusahaan PT Rizky Nayla Energi. Kendaraan ini membawa muatan solar sebanyak 10.000 liter dari Palembang dengan tujuan akhir di Muara Enim untuk mengirimkan bahan bakar ke sebuah perusahaan kelapa sawit. Usai pengiriman, truk tersebut dalam perjalanan kembali ke Palembang melalui rute Kabupaten PALI dan Sungai Lilin.

“Kami ini sopir tangan kedua (sopir tembak). Mobil dan muatan diserahkan oleh sopir pertama di jalan. Saya hanya komunikasi lewat telepon tanpa pernah bertemu langsung dengan pengurus atau sopir pertama,” jelas AW kepada awak media.

AW juga mengungkapkan bahwa surat jalan kendaraan masih berada di dalam truk yang terguling. Ia tidak mengetahui secara rinci tentang perusahaan tujuan, karena hanya bertugas melanjutkan pengantaran muatan yang sebelumnya sudah diatur oleh sopir utama.

Penanganan di Lokasi
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sopir dan kernet truk hanya mengalami luka ringan berupa lecet-lecet. Pihak kepolisian telah mengamankan sopir serta kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres PALI menyatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut dan belum memberikan keterangan resmi.

Kecelakaan tunggal ini sempat menarik perhatian warga sekitar, mengingat muatan solar yang besar dan potensi risiko kebakaran. Pihak keamanan memastikan lokasi kejadian aman sebelum memulai proses evakuasi kendaraan dari sungai.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat mengemudi, terutama bagi sopir kendaraan berat yang membawa muatan berisiko tinggi. Pihak perusahaan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap sistem pengangkutan, termasuk memastikan kondisi fisik dan jadwal kerja sopir agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY