Targetonline.id-Tanah Abang, Kabupaten PALI – Dua desa di Kecamatan Tanah Abang, yakni Desa Curup dan Desa Sukaraja, mulai terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lematang. Genangan air dengan kedalaman 10 hingga 80 cm mulai memasuki kawasan pemukiman warga sejak Sabtu (11/1/2025), pukul 10.00 WIB.

Meskipun mayoritas rumah warga berupa rumah panggung sehingga belum banyak yang terendam, kondisi ini tetap memicu kekhawatiran akan potensi banjir lebih besar jika curah hujan terus tinggi dan debit air meningkat. Untuk itu, perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten PALI dan dinas terkait sangat dibutuhkan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Prioritas pada Ketahanan Pangan dan Kesehatan Warga
Banjir yang melanda Desa Curup dan Desa Sukaraja tak hanya mengancam aksesibilitas, tetapi juga ketahanan pangan warga. Luapan air berpotensi merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Kondisi ini harus segera direspons oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI dengan memberikan bantuan logistik seperti sembako guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Selain itu, ancaman kesehatan juga menjadi perhatian utama. Banjir berpotensi meningkatkan risiko penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan warga. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan diharapkan segera mengirimkan bantuan berupa obat-obatan serta tim medis untuk memberikan pelayanan langsung di lokasi terdampak. Edukasi kesehatan kepada masyarakat juga penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit akibat kondisi lingkungan yang buruk.

Desakan Penyaluran Bantuan dan Koordinasi Cepat
Kapolsek Tanah Abang, IPTU Arzuan, SH, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan situasi ini kepada pimpinan daerah dan instansi terkait. Selain membentuk posko banjir di dua desa terdampak, Polsek juga berharap adanya koordinasi cepat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan perangkat kecamatan untuk memastikan bantuan logistik dan layanan kesehatan dapat segera diterima oleh warga.
“Kami meminta pemerintah daerah lebih tanggap dalam menyalurkan bantuan, khususnya kebutuhan pokok dan layanan kesehatan. Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan warga dan mencegah dampak yang lebih luas,” ujar IPTU Arzuan.
Dengan situasi yang masih dinamis, pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih menyeluruh. Sinergi antara semua pihak menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk banjir yang semakin meluas di wilayah Kabupaten PALI.Red / targetonline













Leave a Reply