Rekonsiliasi Pemimpin Daerah, Wujudkan PALI Maju dan Sejahtera

PALI, Targetonline.id – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadirkan nuansa berbeda. Di tengah gema takbir yang berkumandang dan hangatnya suasana Lebaran, muncul harapan besar akan terwujudnya persatuan demi masa depan daerah yang lebih baik.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal rekonsiliasi dan kebersamaan.

Menurut Firdaus, Lebaran bukan sekadar perayaan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momen yang tepat untuk membuka lembaran baru, termasuk dalam kehidupan sosial dan politik.

Ia menyoroti rencana pertemuan antara Bupati PALI periode 2024–2029, Asgianto, dengan mantan Bupati dua periode, Heri Amalindo, yang dinilai sebagai simbol kuat rekonsiliasi di Bumi Serepat Serasan.

“Ini bukan sekadar silaturahmi biasa, tetapi momentum untuk menyatukan kembali energi besar demi kepentingan masyarakat PALI,” ujarnya.

Selama ini, kedua tokoh tersebut dikenal memiliki dinamika dan perbedaan pandangan dalam perjalanan politik daerah. Namun demikian, Firdaus menilai perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan besar apabila disatukan dalam semangat kebersamaan.

“Perbedaan itu hal yang wajar dalam demokrasi. Justru jika disatukan, akan melahirkan kekuatan besar untuk membangun daerah,” tambahnya.

Pertemuan yang direncanakan berlangsung dalam suasana Lebaran itu dinilai bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas ke depan.

Firdaus berharap sinergi antara pengalaman yang dimiliki Heri Amalindo dan visi kepemimpinan Asgianto dapat mempercepat pembangunan di berbagai sektor di Kabupaten PALI.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rekonsiliasi ini memiliki makna yang lebih dalam bagi masyarakat. Tidak hanya sebatas hubungan antar tokoh, tetapi juga menjadi arah baru bagi kemajuan daerah.

“Ketika para pemimpin bisa duduk bersama dan saling memaafkan, itu menjadi teladan bahwa kepentingan masyarakat harus berada di atas segalanya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa esensi Idul Fitri adalah kembali ke fitrah, termasuk dalam memperkuat persatuan dan menghapus sekat-sekat perbedaan.

Dengan semangat tersebut, rekonsiliasi ini diharapkan menjadi titik balik untuk memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat, tanpa terpengaruh perbedaan politik, demi mewujudkan PALI yang lebih maju dan sejahtera.

Red/Targetonline/Hairul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY