PALI, TARGETONLINE.ID – Puskesmas Tempirai menggelar Rapat Lintas Sektor Triwulan III Tahun 2026 di Kantor Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (3/9/2026).
Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan kesehatan yang menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Tempirai. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan (nakes), yang pada triwulan III masih tercatat sebesar 9,17 persen.
Selain itu, rapat juga membahas percepatan penurunan angka stunting, penanganan kasus tuberkulosis (TBC), peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap, serta berbagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan PALI, Muhammad Kazrin Faruk, dalam arahannya meminta Puskesmas Tempirai bersama seluruh lintas sektor agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Menurutnya, meningkatnya potensi kebakaran lahan dapat memicu munculnya kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan.
“Kami minta khususnya Puskesmas Tempirai dan seluruh lintas sektor segera siaga menghadapi kabut asap. Aktifkan posko kesehatan, pastikan stok masker dan obat cukup, serta gencar melakukan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Muhammad Kazrin.
Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara tidak sehat, menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk.
“Untuk warga, saya imbau kurangi aktivitas di luar rumah, selalu pakai masker, banyak minum air putih, dan segera ke Puskesmas jika sesak atau batuk. Mari kita cegah kebakaran lahan bersama. Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tempirai, dr. Ade Juliastri, menegaskan bahwa pencapaian target kesehatan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, sekolah, tokoh agama hingga masyarakat.
“Kami dari Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri. Penurunan stunting membutuhkan peran desa untuk memastikan delapan aksi konvergensi berjalan. Beberapa penanganan juga membutuhkan dukungan kepala desa dan tokoh agama agar pasien sadar kesehatan dan patuh minum obat sampai tuntas. Jadi, rapat lintas sektor ini adalah kunci kita untuk menyamakan langkah,” ujar dr. Ade.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, capaian kinerja pada triwulan II meliputi gizi dan pemantauan sebesar 96,31 persen, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 100 persen, keluarga berencana 62,6 persen, kesehatan lingkungan 49 persen, imunisasi 27 persen, serta kesehatan maternal 9,17 persen.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan PALI, perwakilan Kecamatan Penukal Utara, Kapolsek Penukal Utara, kepala desa se-wilayah kerja Puskesmas Tempirai, bidan desa, Ketua TP PKK Kecamatan Penukal Utara, sejumlah kepala sekolah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat.
[Aang]Red/Targetonline/Hairul












Leave a Reply