Jalan Kembali Ambles, Rumah Warga Terancam dan Aliran PDAM ke Tiga Desa Ikut Terputus

PALI, TARGETONLINE.ID – Jalan di Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali mengalami ambles dan retak. Kondisi ini tidak hanya mengancam akses transportasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada jaringan aliran air PDAM menuju sejumlah desa.

Lokasi jalan yang mengalami kerusakan tersebut merupakan akses penting masyarakat menuju Desa Muara Sungai dan Desa Tanah Abang Selatan. Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena titik ambles berada sangat dekat dengan permukiman warga.

Warga Dusun I Desa Tanah Abang, Amris Jasman alias Piyek (46), mengatakan kawasan tersebut sudah berulang kali mengalami longsor dan ambles. Berbagai upaya pengedaman juga telah dilakukan, namun persoalan kembali terjadi.

“Di daerah ini sudah beberapa kali terjadi longsor dan ambles. Sudah beberapa kali juga dilakukan pengedaman. Bahkan daerah ini termasuk kategori daerah tanggap darurat,” ujar Amris.

Menurut Amris, persoalan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan sejak sekitar tiga bulan lalu. Ia mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada anggota BPD sebagai perpanjangan tangan masyarakat agar diteruskan kepada pemerintah desa, pemerintah kabupaten maupun pihak berwenang.

“Sudah lebih kurang tiga bulan ini saya melaporkan masalah ini kepada anggota BPD, supaya disampaikan kepada pemerintah desa atau kabupaten dan pihak yang berwenang,” katanya.

Ia menambahkan, BPBD juga telah memasang alat pengukur di sekitar lokasi untuk memantau pergerakan tanah. Namun, dengan kembali amblesnya badan jalan, warga berharap ada langkah penanganan yang lebih konkret.

“Kami khawatir kalau longsor kembali terjadi, rumah warga yang sangat dekat dengan lokasi bisa ikut terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanah Abang Utara, Rio, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan bahwa laporan dari warga telah diterima. Ia mengatakan pihak desa juga telah menyampaikan kondisi tersebut kepada BPBD.

“Warga sudah melapor, dan aku juga sudah melapor ke dinas BPBD. Untuk saat ini sudah disampaikan kepada warga yang sekitar tanah longsor untuk berhati-hati,” ujar Rio.

Dampak amblesnya jalan ternyata tidak hanya menyangkut akses kendaraan. Anggota DPRD PALI Daerah Pemilihan (Dapil) VI, M. Rizal, meminta persoalan tersebut turut menjadi perhatian karena jaringan aliran air PDAM menuju Desa Tanah Abang Selatan dan Bumi Ayu ikut terdampak.

“Bukan jalan bae terputus. Tapi aliran PAM yang menuju ke Desa Tanah Abang Selatan dan Bumi Ayu pun terputus,” kata Rizal.

Rizal menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktur PDAM terkait terputusnya jaringan tersebut. Sebagai langkah sementara, pihak PDAM disebut tengah memindahkan jalur aliran melalui jalur alternatif menuju Tanah Abang Selatan dan Bumi Ayu.

“Mereka minta waktu dua minggu. Ini sudah berjalan satu minggu. Mohon dipantau kegiatannya,” ujarnya.

Kondisi tersebut menambah persoalan di lokasi yang selama ini telah beberapa kali mengalami ambles dan longsor. Warga kini berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengambil langkah penanganan yang dapat mencegah kerusakan semakin meluas.

Selain memastikan akses jalan tetap aman, penanganan juga dinilai penting untuk melindungi permukiman warga serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di desa-desa terdampak tetap terpenuhi.

Warga berharap Pemerintah Desa Tanah Abang Utara, Pemerintah Kabupaten PALI, BPBD dan pihak terkait segera melakukan pengecekan bersama di lapangan serta memastikan tindak lanjut terhadap kondisi tanah, badan jalan dan jaringan PDAM yang terdampak.

Red/Targetonline/Hairul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY