Targetonline.id-PALI – PLT Camat Tanah Abang, Zulkopli, SH, menghadiri sekaligus membuka Gelar Karya dan Pentas Seni di SMPN 1 Tanah Abang, Kamis (20/2/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Kreativitas Membutuhkan Keberanian untuk Melepaskan Kepastian,” serta tema prakarya pendidikan kewirausahaan “Keterampilan Diri Mendorong Usaha.”

Acara ini dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Tanah Abang, Suparmanto, S.Pd., M.Pd., dewan guru, staf sekolah, serta ratusan siswa. Dalam sambutannya, Suparmanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan sekolah yang melibatkan siswa kelas 8 dan 9 sebagai bagian dari penilaian mata pelajaran kewirausahaan.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi bagi siswa berprestasi untuk mengikuti lomba hingga tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi. Selain itu, ekstrakurikuler di SMPN 1 Tanah Abang juga berjalan dengan baik, salah satunya karate,” ujar Suparmanto. Saat ini, SMPN 1 Tanah Abang memiliki sekitar 600 siswa dari kelas 7 hingga 9.

Sementara itu, PLT Camat Tanah Abang, Zulkopli, SH, mengapresiasi upaya sekolah dalam mengembangkan kreativitas siswa di berbagai bidang. Ia juga berkomitmen untuk mendukung siswa berprestasi agar dapat berkompetisi hingga tingkat provinsi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pendidikan seperti ini. Kami dari pemerintah kecamatan siap bersinergi untuk menciptakan siswa berkualitas. Bahkan, bagi siswa yang berprestasi hingga tingkat provinsi, kami akan memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan,” kata Zulkopli.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkopli juga memberikan tantangan kepada para siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Bagi yang berhasil menjawab, diberikan hadiah uang tunai sebesar Rp50 ribu sebagai motivasi.
Setelah resmi membuka acara dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Zulkopli berkeliling mengunjungi stan-stan jajanan yang disiapkan oleh siswa. Produk makanan dan minuman yang dijual merupakan hasil kreativitas siswa dalam mata pelajaran kewirausahaan.
Selain pameran karya, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni, salah satunya adalah drama asal-usul Pulau Kemarau.
“Gelar karya dan pentas seni ini bukan hanya bagian dari penilaian bagi siswa kelas 7, 8, dan 9, tetapi juga menjadi ajang seleksi untuk perlombaan di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi,” jelas Suparmanto.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan sukses, dengan antusiasme tinggi dari siswa serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan pemerintah kecamatan.
Liputan:Red/Targetonline/Hairul













Leave a Reply