Dinas Pendidikan Aceh Tanggapi Isu Penerimaan Siswa Baru, Tegaskan Tidak Ada Pungli

Targetonline.id-Banda Aceh, 13 Maret 2025 – Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menggelar konferensi pers untuk menanggapi isu-isu negatif yang beredar terkait penerimaan siswa baru di sekolah unggulan. Acara ini berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, M. Mahaba, sejumlah kepala sekolah, serta 30 awak media dari berbagai platform.

Dalam konferensi pers tersebut, M. Mahaba menegaskan bahwa sistem pendidikan di Aceh berjalan sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan. Ia juga menyebut bahwa di bawah pemerintahan baru Presiden Prabowo, alokasi dana 20% untuk pendidikan tetap dipertahankan.

“Kami sedang menjalankan program pendidikan 2024 yang diterapkan pada 2025 ini, termasuk peningkatan kualitas SDM siswa dan guru. Diharapkan, para guru dapat mengajar secara penuh waktu dan mencapai target di bidang studi masing-masing,” ujar Mahaba.

Mahaba juga menyoroti persoalan lonjakan jumlah siswa yang ingin masuk ke sekolah unggulan, yang menyebabkan ketidakseimbangan dengan kapasitas sekolah. Ia menjelaskan bahwa sistem zonasi tetap menjadi prioritas dalam penerimaan siswa baru, meskipun masih ditemukan siswa dari luar zonasi yang diterima di sekolah favorit.

“Melalui rapat bersama, kami memutuskan untuk membuka kelas baru guna mengakomodasi lonjakan siswa. Evaluasi akan terus dilakukan agar sistem zonasi lebih ketat pada 2026,” jelasnya.

Terkait dugaan praktik titipan siswa oleh anggota DPRD, Mahaba menegaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai kepala dinas dan tidak membenarkan praktik tersebut.

“Saya sudah mendengar isu itu, tapi saya tegaskan bahwa praktik lama seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

Menanggapi laporan adanya kepala sekolah yang melakukan pungutan liar dalam penerimaan siswa, Mahaba menyatakan telah membentuk tim investigasi.

“Kami sudah menugaskan tim untuk melakukan pengecekan langsung. Jika terbukti ada kepala sekolah yang melanggar aturan, saya tidak segan-segan mencopot jabatannya,” tegasnya.

Di akhir konferensi pers, Mahaba mengajak media untuk menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

“Kami ingin transparan. Kami harap media juga membantu menyebarkan informasi yang benar agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang tepat,” tutupnya.Red/Targetonline/Hairul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY