Rehab Kios Pasar Kalangan Tanah Abang Disorot, Diduga Gunakan Material Non-SNI

Targetonline.id PALI, 3 Juli 2025 — Proyek rehabilitasi kios Pasar Kalangan Tanah Abang di Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menuai sorotan publik. Meski harapan warga untuk melihat pasar diperbaiki mulai terwujud, muncul dugaan penggunaan material tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Proyek rehab pasar tersebut dilaksanakan oleh CV. Dua Saudara dengan nilai kontrak Rp 149.749.000 yang bersumber dari APBD Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten PALI. Pekerjaan dijadwalkan rampung dalam waktu 20 hari kalender sejak dimulai.

Namun, warga mengkhawatirkan kualitas pengerjaan, khususnya pada bagian rangka atap yang diduga menggunakan baja ringan merk “Trendy” yang belum bersertifikasi SNI. Hal ini dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri PUPR No. 27/PRT/M/2018 dan Permen PUPR No. 5/PRT/M/2014 yang mewajibkan seluruh material konstruksi pada bangunan publik memenuhi standar SNI.

“Kalau memang materialnya abal-abal, ya percuma. Duit rakyat habis, pasar cepat rusak lagi, nanti masyarakat juga yang rugi,” kata salah satu warga Kecamatan Tanah Abang, Kamis (3/7/2025).

Advokat Muktar Jayadi, SH, yang juga mantan anggota DPRD Muara Enim, menyayangkan anggaran rehab yang minim dan pengawasan yang lemah.

“Sekarang ini sepertinya baru mau direhab. Tapi saya belum tahu pasti apakah hanya atap saja atau keseluruhan bangunan. Harapan saya, semoga semua sesuai dengan RAP dan memenuhi standar SNI,” tegas Muktar.

Menanggapi hal itu, Kepala Disperindag PALI, Ida Martini, SP, mengaku belum mengetahui secara detail material yang digunakan pihak kontraktor.

“Terima kasih atas informasinya. Kami cari tahu dulu kebenarannya, nanti kami klarifikasi,” jawab Ida saat dikonfirmasi lewat WhatsApp.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak DPRD dan Inspektorat turun tangan untuk mengaudit proyek tersebut. Mereka menilai pengawasan harus diperketat agar proyek tidak hanya menjadi formalitas.

“Kualitas pembangunan jangan dikompromikan. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” ujar seorang pedagang yang berjualan di pasar.

Warga berharap, rehab kios kali ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya perbaikan sementara yang rawan rusak kembali.

Red/Targetonline/HR

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY