DPRD PALI Desak PT PEB Bertanggung Jawab atas Longsor di Desa Karta Dewa

Targetonline.id-PALI – Tanah longsor melanda Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pada Sabtu (15/3/2025). Bencana ini diduga dipicu oleh aktivitas pertambangan batu bara yang tidak terkontrol, menyebabkan penurunan kualitas tanah dan amblesnya permukaan di wilayah tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, SH., MH., menegaskan bahwa PT Pendopo Energi Batubara (PEB) harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan dampak yang dialami masyarakat.

“Kami mendesak PT PEB untuk segera mengambil tindakan nyata dalam memulihkan lokasi longsor. Perusahaan harus bertanggung jawab atas perbaikan tanah, sungai, drainase, jalan, serta infrastruktur lainnya yang terdampak akibat operasi tambang mereka,” ujar Firdaus pada Sabtu (15/3/2025).

Firdaus juga menyoroti bahwa kegiatan pertambangan yang tidak dikelola dengan baik dapat membawa dampak serius bagi lingkungan dan kehidupan warga sekitar. Menurutnya, perusahaan harus segera melakukan langkah-langkah pemulihan untuk menghindari potensi bencana yang lebih besar di masa depan.

Sebagai tindak lanjut, DPRD PALI berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi longsor pada Senin (17/3/2025). Sidak ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana PT PEB bersedia bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangannya.

“Kami akan meninjau langsung dampak yang terjadi dan melihat sejauh mana perusahaan bertanggung jawab dalam mengatasi bencana ini,” tambah Firdaus.

Bencana longsor ini telah memicu kekhawatiran di kalangan warga Desa Karta Dewa. Beberapa warga melaporkan bahwa retakan tanah mulai terlihat sebelum kejadian, namun tidak ada langkah pencegahan yang dilakukan. Selain itu, longsor juga menyebabkan akses jalan utama terganggu dan mengancam permukiman warga di sekitar lokasi tambang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PEB belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan dari DPRD PALI. Sementara itu, masyarakat dan pemerintah daerah berharap ada tindakan konkret dari perusahaan untuk mengatasi dampak yang terjadi serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.Red/TO /HR

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY