SMP dan SMA PGRI Tanah Abang Dapat Edukasi Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini

PALI Targetonline.id – Siswa-siswi SMP dan SMA PGRI Tanah Abang mendapatkan edukasi dan sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini yang digelar Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPA), Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP/SMA PGRI Tanah Abang tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Tanah Abang. Sosialisasi dipimpin langsung Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, SH., M.Si bersama pihak DPPKBPPA Kabupaten PALI.

Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan DPPKBPPA Kabupaten PALI, Novera yang mewakili Kepala DPPKBPPA Mariono, SE., M.Si, Babinsa, Kepala SMA PGRI Tanah Abang Siti Aisyah, S.Pd., Gr, Kepala SMP PGRI Tanah Abang Apri, dewan guru, serta para pelajar.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif pernikahan usia dini, mulai dari sisi kesehatan, pendidikan, psikologis hingga sosial ekonomi. Selain itu, siswa juga diajak untuk lebih fokus menempuh pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, SH., M.Si mengatakan bahwa edukasi seperti ini sangat penting diberikan kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang benar terkait risiko pernikahan usia dini.

“Anak-anak harus fokus belajar dan mengejar cita-cita. Melalui sosialisasi ini kami berharap para pelajar memahami dampak pernikahan usia dini sehingga mampu menjaga masa depan mereka,” ujar Dadang.

Kepala SMA PGRI Tanah Abang, Siti Aisyah, S.Pd., Gr menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi sangat bermanfaat bagi para siswa sebagai bekal pengetahuan dan pembinaan karakter remaja.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan edukasi positif kepada siswa agar lebih memahami pentingnya pendidikan dan masa depan,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SMP PGRI Tanah Abang, Apri. Ia berharap para siswa dapat mengambil pelajaran dari materi yang disampaikan dan menghindari pernikahan usia dini.

“Kami berharap siswa lebih termotivasi untuk belajar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah di usia muda,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti sosialisasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pergaulan remaja dan dampak pernikahan anak usia dini.

Red/Targetonline/Hairul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG COPY