Desa Sigam, Targetonline.id, 02 Februari 2026 — Mahasiswa KKN Reguler 84 UIN Raden Fatah Palembang Kelompok 18 kembali melaksanakan program kerja yang disambut hangat oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang. Bertempat di Balai Dusun Kayal Sari, pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari biang sabun ini berlangsung meriah dan penuh interaksi.
Kegiatan ini dipilih karena sabun cuci piring adalah kebutuhan pokok rumah tangga yang penggunaannya hampir setiap hari. Tidak jarang harganya di pasaran mengalami kenaikan, sehingga membuat sebagian masyarakat mencari alternatif agar tetap bisa berhemat. Maka dari itu, mahasiswa KKN Kelompok 18 menghadirkan pelatihan ini agar ibu-ibu PKK bisa memproduksi sabun cuci piring sendiri, baik untuk digunakan di rumah maupun sebagai peluang usaha kecil.
Harga bahan utama, yaitu biang sabun, juga sangat terjangkau. Biang sabun seberat 1000 gram dapat dibeli dari marketplace online dengan harga sekitar Rp22.000. Bahan ini kemudian diolah dengan campuran air biasa dan 8 sendok garam sebagai pengental alami. Melalui peracikan yang sederhana dan bahan yang mudah didapatkan, ibu-ibu dapat menghasilkan sabun cuci piring dalam jumlah besar, yakni mencapai 8000 mL.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Ada yang mencatat langkah demi langkah, ada yang mencoba mengaduk campuran sabun, bahkan beberapa ibu-ibu saling berbagi pengalaman tentang cara mereka biasanya menghemat produk rumah tangga. Mahasiswa KKN juga memberikan tips tambahan agar sabun tetap awet dan wangi meski menggunakan bahan-bahan sederhana.
Salah satu hal yang paling ditekankan dalam pelatihan ini adalah bahwa sabun cuci piring yang telah dicampur tidak boleh langsung digunakan. Sabun tersebut harus didiamkan selama 6 hingga 12 jam terlebih dahulu agar mengental dengan sempurna dan menghasilkan tekstur yang stabil. Penjelasan ini membuat peserta semakin memahami proses pembuatan sabun yang benar sehingga kualitasnya dapat bersaing dengan produk pasaran.
Suasana pelatihan pun semakin hidup ketika para ibu-ibu mulai berdiskusi mengenai kemungkinan menjadikan sabun cuci piring sebagai produk UMKM rumahan. Beberapa ibu terlihat sangat bersemangat, bahkan langsung meminta panduan tertulis agar bisa mencoba membuatnya kembali di rumah. Kehangatan interaksi antara mahasiswa dan ibu PKK membuat kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan sosial masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Kelompok 18 KKN Reguler 84 menunjukkan komitmen mereka dalam membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung dan berpotensi meningkatkan ekonomi rumah tangga, kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang paling berdampak di Desa Sigam.
Rilis kkn _18.desa.sigam
Instagram : kkn84.sigam18
tiktok :kkn_18.desa.sigam













Leave a Reply