PALI Targetonline.id — PT Pertamina EP Adera Field menggelar rapat penyusunan rencana kerja dan rencana strategis Program Community Involvement and Development (CID) Tahun 2026 di Rumah Berasan Desa Raja, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan pemerintah desa di wilayah operasional perusahaan.
Dalam kegiatan itu, PT Pertamina EP Adera Field juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan Program GEMINTANG atau Gerakan Ekonomi Masyarakat melalui Inovasi dan Pengembangan Batik Unggulan di Desa Raja.
Community Development Officer (CDO) PT Pertamina EP Adera Field, Zulham Hamidan Lubis mengatakan, kegiatan FGD tersebut merupakan tahap awal dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Melalui diskusi ini, kami ingin menggali langsung potensi, tantangan, serta harapan masyarakat terhadap pengembangan batik lokal agar program yang dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Zulham.
Ia menjelaskan, hasil diskusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan desa nantinya akan menjadi dasar penyusunan program GEMINTANG agar lebih tepat sasaran serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Raja.
“Tujuan kegiatan FGD ini adalah untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, peluang, dan arah pengembangan batik unggulan Desa Raja melalui pendekatan partisipatif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan desa,” tambahnya.
Kepala Desa Raja, Aswin Markosuma menyambut baik rencana pengembangan program batik unggulan tersebut. Menurutnya, Desa Raja memiliki potensi besar dalam pengembangan kerajinan batik lokal yang dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program ini sangat baik untuk masyarakat Desa Raja. Kami berharap adanya pembinaan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan keterampilan, bantuan modal usaha, dan pemasaran produk agar batik Desa Raja bisa lebih dikenal luas,” ungkap Aswin.
Sementara itu, salah satu pembatik Desa Raja, Yunus menyampaikan sejumlah kendala yang selama ini dihadapi para perajin batik, mulai dari keterbatasan modal usaha hingga pemasaran produk yang masih terbatas.
“Kami berharap ada dukungan nyata, terutama soal modal dan pemasaran. Selama ini hasil batik kami belum banyak dikenal di luar daerah. Padahal potensi dan motif khas daerah cukup bagus untuk dikembangkan,” katanya.
Yunus juga mengungkapkan, para pembatik memiliki harapan besar agar program GEMINTANG mampu membuka peluang pasar baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di sisi lain, para perajin juga memiliki kekhawatiran apabila program tidak berjalan berkelanjutan dan minim pendampingan setelah pelaksanaan awal.
Sementara itu, Field Manager PT Pertamina EP Adera Field, Adam S. Nasution menegaskan bahwa program CID merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, melalui penyusunan rencana strategis tersebut, perusahaan berupaya memastikan seluruh program CID dapat berjalan efektif, selaras dengan kebutuhan masyarakat, serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Selain membahas rencana kerja tahunan, rapat tersebut juga menjadi forum koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya agar program CID Tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten PALI.
Red/Targetonline/Hairul













Leave a Reply